Pada panduan ini, kamu akan belajar cara mengonfigurasi pengaturan lanjutan untuk Virtual Machine (VM) di Proxmox VE. Konfigurasi ini meliputi penambahan disk, pengaturan BIOS, optimalisasi RAM dan CPU, serta pemasangan perangkat fisik (passthrough) ke dalam VM.
Menambahkan Disk Tambahan
Seiring dengan kebutuhan penyimpanan yang bertambah, kamu dapat menambahkan disk baru ke VM yang sudah ada.
Menambahkan Disk via Web UI
- Buka Proxmox Web UI, pilih VM target.
- Navigasi ke menu Hardware.
- Klik tombol Add dan pilih Hard Disk.
- Pilih Storage, tentukan Disk size (ukuran), dan pilih Bus/Device (disarankan
VirtIO atau SCSI untuk performa terbaik).
- Klik Add.
Setelah disk ditambahkan ke VM, disk tersebut perlu diformat dan di-mount di dalam sistem operasi VM.
Mengganti BIOS ke UEFI (OVMF)
Secara default, VM menggunakan BIOS SeaBIOS. Namun, beberapa skenario mengharuskan penggunaan UEFI, seperti instalasi Windows 11, PCIe passthrough, dan Secure Boot.
[!WARNING]
Mengubah tipe BIOS setelah OS terinstal dapat menyebabkan VM tidak bisa boot. Sebaiknya, tentukan tipe BIOS saat pembuatan VM.
- Pada Proxmox Web UI, pilih VM dan buka tab Options.
- Klik ganda pada opsi BIOS, lalu ubah ke OVMF (UEFI) dan klik OK.
- Beralih ke tab Hardware.
- Klik Add dan pilih EFI Disk.
- Pilih storage tempat EFI Disk akan disimpan.
- (Opsional) Jika menggunakan UEFI, sangat disarankan untuk mengatur Machine menjadi
q35 pada tab Hardware atau saat pembuatan VM di tab System.
Mengatur RAM
Mengelola alokasi RAM yang efisien sangat penting agar performa VM dan host tetap stabil.
Buka VM target, masuk ke menu Hardware, lalu klik ganda pada Memory.
- Memory (MiB): Jumlah total RAM maksimum yang dapat digunakan oleh VM.
- Minimum Memory: Jumlah RAM minimum yang dialokasikan (hanya berlaku jika ballooning aktif).
Ballooning Device
- Aktif (centang): RAM bersifat dinamis. Proxmox dapat mengambil kembali RAM yang tidak digunakan oleh VM dan memberikannya ke VM lain. Menghemat resource host, namun performa bisa menjadi fluktuatif.
- Non-aktif (hapus centang): RAM bersifat dedicated atau fixed. VM akan selalu mendapatkan jumlah RAM penuh sesuai yang dialokasikan. Konfigurasi ini lebih stabil untuk beban kerja yang berat.
[!TIP]
Rekomendasi: Matikan opsi ballooning untuk VM produksi, database server, atau aplikasi yang membutuhkan performa konsisten.
Mengatur CPU secara Dedicated
Pengaturan CPU yang tepat membantu memaksimalkan kinerja aplikasi yang berjalan di dalam VM.
Buka VM target, pilih Hardware, dan klik ganda pada Processors.
- Cores: Tentukan jumlah core CPU yang diberikan ke VM.
- CPU Type:
host: Memberikan performa terbaik dan fitur CPU lengkap dari host. (Kekurangan: VM tidak bisa di-live migrate ke node dengan CPU yang berbeda).
kvm64: Tipe default yang memiliki tingkat kompatibilitas tinggi.
x86-64-v2-AES: Memberikan keseimbangan antara kompatibilitas dan fitur instruksi modern.
- CPU Units: Mengatur prioritas alokasi CPU dari host ke VM. Nilai default adalah 1024. Kamu bisa menaikkan nilai ini untuk VM dengan prioritas tinggi.
- NUMA: Aktifkan opsi ini jika server fisikmu menggunakan arsitektur NUMA (multi-socket / lebih dari satu CPU fisik).
CPU Affinity (Pinning)
Kamu dapat menggunakan fitur CPU affinity untuk mengunci vCPU ke physical core tertentu di host. Konfigurasi ini dilakukan melalui CLI (Command Line Interface):
Mounting Perangkat Fisik ke VM (Device Passthrough)
Device Passthrough memungkinkan VM mengakses perangkat fisik di host secara langsung.
USB Passthrough
Untuk melewatkan perangkat USB seperti flash drive atau printer ke VM:
- Buka VM -> Hardware -> Add -> USB Device.
- Pilih opsi untuk menambahkan berdasarkan Use USB Vendor/Device ID atau Use USB Port.
- Pilih perangkat yang ingin diteruskan.
Disk/Storage Passthrough (Raw Disk)
Jika kamu ingin melewatkan disk fisik secara utuh ke VM, jalankan perintah berikut di CLI Proxmox:
PCI/PCIe Passthrough (GPU Passthrough)
Digunakan untuk melewatkan GPU atau perangkat PCIe lainnya ke VM.
Prasyarat di Host Proxmox:
- Pastikan CPU dan motherboard mendukung IOMMU (Intel VT-d atau AMD-Vi). Aktifkan IOMMU melalui BIOS host.
- Edit file GRUB: tambahkan
intel_iommu=on atau amd_iommu=on di baris konfigurasi /etc/default/grub.
- Update GRUB dengan menjalankan
update-grub.
- Blacklist driver GPU di host agar sistem operasi host tidak menggunakan GPU tersebut.
- Lakukan Reboot pada host Proxmox.
Konfigurasi di VM:
- Pastikan VM menggunakan tipe Machine:
q35 dan BIOS: OVMF (UEFI).
- Buka VM -> Hardware -> Add -> PCI Device.
- Pilih perangkat (GPU), dan centang opsi:
- All Functions
- Primary GPU (jika menggunakan passthrough untuk GPU utama)
- PCI-Express
- Setelah konfigurasi selesai, instal driver GPU yang sesuai di dalam VM.
Serial Port Passthrough
Digunakan untuk meneruskan koneksi serial (misalnya: kabel console atau perangkat IoT) ke VM. Konfigurasi melalui CLI Proxmox:
Tips dan Catatan Penting
- Selalu buat backup VM sebelum mengubah konfigurasi perangkat keras (hardware).
- Beberapa perubahan konfigurasi memerlukan VM dalam keadaan mati (shutdown) agar dapat diterapkan dengan benar.
- PCIe passthrough membutuhkan konfigurasi IOMMU group yang bersih.
- Tidak semua hardware mendukung passthrough, periksa kompatibilitas perangkat sebelum melakukan konfigurasi.
Last modified on July 21, 2026