Skip to main content

Download CT template

Sebelum membuat LXC container, Anda perlu mengunduh template OS terlebih dahulu.

Menggunakan web UI

  1. Pilih Node Anda di panel kiri.
  2. Buka menu local storage di bawah node tersebut.
  3. Klik menu CT Templates.
  4. Klik tombol Templates pada toolbar.
  5. Pilih template yang diinginkan (contoh: debian-12-standard, ubuntu-22.04-standard, atau alpine).
  6. Klik tombol Download untuk mengunduh template ke storage lokal.

Menggunakan CLI

Anda juga bisa mengunduh dan mengelola template langsung dari terminal Proxmox. Melihat daftar template yang tersedia:
Mengunduh template tertentu:
Melihat daftar template yang sudah diunduh di storage lokal:

Membuat LXC container via web UI

  1. Klik tombol Create CT di pojok kanan atas antarmuka Proxmox.
  2. Pada tab General:
    • Pilih node yang aktif.
    • Isi CT ID.
    • Ketik Hostname untuk nama container (contoh: web-server).
    • Masukkan Password untuk user root.
    • Tambahkan SSH public key Anda jika diperlukan (opsional).
  3. Pada tab Template:
    • Pilih Storage tempat template berada (biasanya local).
    • Pilih Template yang sudah Anda unduh sebelumnya.
  4. Pada tab Root Disk:
    • Pilih Storage untuk disk container (biasanya local-lvm).
    • Tentukan ukuran disk pada Disk size (GiB) (contoh: 8).
  5. Pada tab CPU:
    • Atur jumlah Cores sesuai kebutuhan Anda (contoh: 2).
  6. Pada tab Memory:
    • Masukkan alokasi Memory (MiB) (contoh: 512).
    • Masukkan alokasi Swap (MiB) (contoh: 512).
  7. Pada tab Network:
    • Biarkan Name berisi eth0.
    • Pilih antarmuka jaringan pada Bridge (biasanya vmbr0).
    • Atur IPv4 ke DHCP atau Static (contoh: 192.168.10.50/24).
    • Jika Anda memilih Static, isi Gateway jaringan (contoh: 192.168.10.1).
  8. Pada tab DNS:
    • Isi DNS domain (Anda bisa mengosongkannya jika tidak memiliki domain internal).
    • Masukkan DNS server (contoh: 8.8.8.8 atau IP router Anda).
  9. Konfirmasi pengaturan Anda di tab akhir lalu klik Finish.

Membuat LXC container via CLI

Anda dapat menggunakan perintah pct create untuk membuat container dengan satu baris perintah. Pastikan nama file template sesuai dengan yang Anda unduh.

Menjalankan dan mengakses container

Setelah container berhasil dibuat, Anda bisa mengelolanya melalui antarmuka web dengan memilih container dan mengklik tombol Console. Alternatifnya, gunakan CLI Proxmox. Menyalakan container:
Masuk ke console shell pada container:
Mematikan container:
Me-restart container:

Privileged vs unprivileged container

Konsep ini sangat penting saat bekerja dengan container di LXC.

Unprivileged container

Unprivileged container adalah mode bawaan yang paling disarankan oleh Proxmox.
  • UID dan GID di dalam container dipetakan ke rentang angka yang tinggi di server host.
  • Akun root di dalam container tidak akan berlaku sebagai akun root di server host (misalnya UID 0 menjadi UID 100000 di host).
  • Mode ini jauh lebih aman.
  • Jika container berhasil dieksploitasi, peretas tidak mendapatkan hak akses administrator pada server fisik Anda.
  • Keterbatasannya adalah larangan mounting NFS dan pembatasan terhadap interaksi perangkat keras secara langsung.
  • Proxmox mengaktifkan pengaturan ini secara otomatis (secara default) pada saat Anda membuat CT baru.

Privileged container

Privileged container memiliki tingkat hak akses yang serupa dengan sistem operasi utama.
  • UID dan GID di dalam container sama persis dengan yang ada di server host.
  • Akun root di dalam container adalah akun root sungguhan yang ada di server host.
  • Mode ini kurang aman karena berpotensi mengizinkan penyerang untuk meretas sistem server host Anda.
  • Privileged container jauh lebih fleksibel jika Anda perlu mengakses perangkat keras atau menghubungkan sistem file tanpa batasan.
  • Anda bisa menggunakan mode ini dengan menghapus centang pada opsi Unprivileged container ketika membuat CT di tab General.
  • Di CLI, Anda bisa menambahkan flag --unprivileged 0 ke baris perintah.
  • Gunakan tipe container ini hanya untuk skenario khusus yang memerlukan akses mendalam.

Tabel perbandingan

Perbandingan VM vs LXC

Kapan Anda harus menggunakan VM dan kapan Anda harus memilih LXC? Tabel berikut membantu membandingkan kedua fitur tersebut.

Rekomendasi penggunaan

  • Pilih VM jika Anda memerlukan OS Windows, sistem yang menggunakan kernel berbeda dari host, GPU passthrough, maupun isolasi perangkat keras total.
  • Pilih LXC jika Anda sekadar menjalankan servis Linux, memiliki resource yang relatif minim, butuh startup instan, atau ingin membuat sebuah lab praktik jaringan.
Last modified on July 21, 2026