Skip to main content
Di halaman sebelumnya kamu pasti kaget lihat ribuan baris data yang muncul di layar Wireshark, kan? Tenang, detektif yang pintar nggak ngecek semua barang bukti satu per satu. Mereka pakai kaca pembesar khusus yang namanya Filter. Di atas daftar paket yang warna-warni itu, ada kotak panjang bertuliskan Apply a display filter .... Itulah senjata utama kita!

1. Belajar Memfilter (Menyaring Paket)

Ketikkan perintah ini di kotak filter lalu tekan Enter untuk merapikan datanya.
  • Filter berdasarkan Layanan (Protokol):
    • Ketik http : Cuma nampilin data yang berhubungan dengan website (HTTP).
    • Ketik dns : Cuma nampilin data pencarian nama domain.
    • Ketik tcp / udp / icmp (buat PING).
  • Filter berdasarkan IP (Target Operasi):
    • ip.addr == 192.168.1.10 : Cuma nampilin obrolan dari dan menuju IP tersebut.
    • ip.src == 192.168.1.10 : Cuma nampilin paket yang DIKIRIM (Source) oleh IP itu.
    • ip.dst == 192.168.1.10 : Cuma nampilin paket yang MENUJU (Destination) ke IP itu.
  • Kombinasi Filter (Jurus Pamungkas):
    • http and ip.addr == 192.168.1.10 (Hanya nampilin web HTTP dari IP tertentu).

2. Sniffing & Analisa Paket HTTP

Oke, sekarang saatnya praktek nangkep maling! Kita akan membuktikan kenapa HTTP (tanpa ā€˜s’) itu sangat TIDAK AMAN. Langkah Praktek:
  1. Buka Wireshark, pilih interface Wi-Fi/Ethernet, lalu klik tombol sirip hiu biru (🦈) di kiri atas untuk Start Capturing.
  2. Buka browser komputermu (Chrome/Firefox).
  3. Buka website login yang belum aman (masih HTTP biasa). Contohnya bisa pakai website buatan sendiri untuk praktek di lab sekolah.
  4. Cobalah login dengan memasukkan Username (misal: admin) dan Password (misal: rahasiabanget). Lalu klik Submit.
  5. Kembali ke Wireshark, klik tombol kotak merah (šŸ›‘) untuk Stop.
Cara Menganalisanya:
  1. Di kotak Filter Wireshark, ketikkan: http.request.method == "POST" (Metode POST biasanya dipakai saat kita mengirim form/login).
  2. Kamu akan menemukan satu atau dua baris yang tersisa. Klik salah satu paket tersebut.
  3. Di panel bagian bawah (Panel Details), cari dan luaskan menu HTML Form URL Encoded: application/x-www-form-urlencoded.
  4. BOOM! Kamu bisa melihat dengan jelas tulisan Username: admin dan Password: rahasiabanget tanpa disensor sama sekali!
🚨 Peringatan Keamanan! Bayangkan kalau kamu lagi nongkrong di cafe, pakai Wi-Fi publik, dan login ke website HTTP biasa. Hacker yang ada di sebelahmu bisa dengan santai pakai Wireshark dan melihat password-mu! Makanya sekarang hampir semua web wajib pakai HTTPS (karena datanya dienkripsi dan nggak bisa dibaca di Wireshark).
Seru banget kan jadi SysAdmin? Jangan dipakai buat iseng nyadap teman ya, gunakan ilmu ini untuk mengamankan jaringan sekolahmu!
Last modified on July 22, 2026