Skip to main content
AWS Lambda memperkenalkan konsep Serverless Computing (Komputasi Tanpa Server). Berbeda dengan EC2 di mana Anda harus mengelola virtual server, Lambda memungkinkan Anda fokus pada kode tanpa memikirkan infrastruktur di belakangnya.

Konsep Serverless dan Lambda

“Tanpa server” bukan berarti ketiadaan fisik server, melainkan pengalihan tanggung jawab pengelolaan dari Anda ke AWS. Anda mengunggah kode, dan AWS menyediakan, mengonfigurasi, serta merawat infrastruktur komputasi untuk menjalankannya. AWS Lambda mengeksekusi kode Anda sebagai respons terhadap sebuah kejadian (event-driven) dan otomatis mengatur kapasitas komputasinya.

Fitur utama

  • Bebas manajemen server: Anda cukup mengunggah kode yang ditulis dalam berbagai runtime yang didukung (seperti Node.js, Python, Java, Go).
  • Pembayaran Pay-as-You-Go presisi: Anda hanya membayar waktu komputasi yang dihabiskan untuk menjalankan kode, terhitung dalam hitungan milidetik. Tagihan adalah $0 saat fungsi tidak dieksekusi.
  • Skalabilitas otomatis: Lambda secara otomatis dan instan menggandakan instans eksekusi untuk menangani lonjakan permintaan.
  • Integrasi ekosistem AWS: Fungsi Lambda mudah dipicu (trigger) oleh berbagai layanan, seperti unggahan objek di S3, modifikasi data di DynamoDB, atau panggilan API melalui API Gateway.

Penggunaan optimal Lambda

Lambda ideal untuk operasi komputasi stateless dan bereksekusi singkat (batas maksimal eksekusi adalah 15 menit). Beberapa kasus penggunaan yang cocok:
  • Mengotomatisasi modifikasi ukuran gambar (image resizing) segera setelah diunggah ke Amazon S3.
  • Menjalankan rutinitas pengiriman notifikasi email.
  • Mengelola backend tanpa server untuk aplikasi Web maupun Mobile.
Last modified on July 22, 2026