Skip to main content
Pada materi sebelumnya, Anda sudah belajar menggunakan Lambda Function URL. Namun, untuk sistem skala produksi, URL fungsi seringkali kurang mendukung fitur lanjutan. Amazon API Gateway berperan sebagai gerbang utama yang tangguh untuk layanan API Anda. Layanan ini sepenuhnya terkelola untuk membuat, mempublikasikan, memelihara, dan mengamankan API pada skala apa pun.

Mengapa menggunakan API Gateway dan Lambda?

  • Routing yang kompleks: Atur berbagai endpoint URL (seperti GET /users, POST /users) dan arahkan ke fungsi Lambda yang berbeda.
  • Keamanan lanjutan: Terapkan pembatasan kecepatan (Rate Limiting) untuk mencegah serangan DDoS, gunakan API Key, dan otorisasi kustom (seperti validasi JWT) melalui Amazon Cognito atau Lambda Authorizer.
  • Validasi data: Tolak request dengan payload (JSON) tidak valid sebelum mencapai Lambda untuk menghemat biaya komputasi.
  • Caching: Simpan respons API sehingga permintaan serupa tidak perlu mengeksekusi Lambda berulang kali.

Cara kerja integrasi

  1. Client (misal aplikasi React JS atau Mobile App) mengirim permintaan HTTP GET ke endpoint API Gateway.
  2. API Gateway menerima request, mengevaluasi otorisasi, dan membungkus informasi request (headers, parameter, body) ke dalam objek JSON (Event Payload).
  3. API Gateway mengirim Event tersebut ke AWS Lambda.
  4. Lambda memproses data sesuai logika bisnis Anda (contoh: mengambil data dari DynamoDB).
  5. Lambda mengembalikan format data (statusCode, body) ke API Gateway.
  6. API Gateway mengonversi respons tersebut ke format HTTP standar dan meneruskannya kembali ke Client.
Last modified on July 22, 2026