Snapshot adalah mekanisme pencadangan (backup) point-in-time dari EBS Volume Anda. Saat Anda membuat snapshot, AWS akan menyalin data dari EBS dan menyimpannya dengan aman di Amazon S3.
Karakteristik Snapshot:
- Incremental (Inkremental): Jika hari ini Anda membuat snapshot dari volume berukuran 10 GB, maka 10 GB tersebut akan disimpan utuh. Jika keesokan harinya data Anda bertambah 2 GB dan Anda membuat snapshot lagi, AWS HANYA akan menyimpan selisih 2 GB tersebut. Ini membuat proses backup sangat cepat dan jauh lebih murah.
- Global antar Region: Snapshot dapat dengan mudah di-copy antar region, misalnya dari Jakarta (
ap-southeast-3) ke Singapura (ap-southeast-1), memberikan perlindungan dari bencana berskala besar (Disaster Recovery).
- Membuat AMI: Anda dapat membuat Amazon Machine Image (AMI) dari sebuah Snapshot untuk meluncurkan EC2 instance baru dengan konfigurasi yang sama persis.
Cara Menggunakan Snapshot
Membuat Backup (Snapshot):
- Buka console EC2, di menu kiri pilih Volumes (di bawah Elastic Block Store).
- Pilih volume yang ingin Anda backup.
- Klik Actions > Create snapshot.
- Masukkan Description (misal: “Backup Database Minggu Ke-1”).
- Tambahkan Tags jika diperlukan untuk memudahkan identifikasi.
- Klik Create snapshot.
Mengembalikan Data (Restore):
- Buka menu Snapshots di EC2 Console.
- Pilih snapshot yang ingin di-restore.
- Klik Actions > Create volume from snapshot.
- Sesuaikan Availability Zone, Size, dan Volume Type.
- Klik Create volume.
- Setelah volume baru tercipta, pasang (attach) volume tersebut ke EC2 instance Anda.
Membuat Backup (Snapshot):
Jalankan perintah berikut dengan mengganti vol-1234567890abcdef0 dengan ID volume Anda:Mengembalikan Data (Restore):
Buat volume baru dari snapshot:
Konklusi
Data adalah aset terpenting perusahaan. Mengatur jadwal pengambilan Snapshot secara rutin (misalnya menggunakan layanan AWS Backup atau fitur Data Lifecycle Manager) adalah praktik operasional wajib (Best Practice) bagi setiap SysAdmin dan Cloud Engineer. Last modified on July 22, 2026