Skip to main content
Amazon Virtual Private Cloud (VPC) memungkinkan Anda meluncurkan sumber daya AWS ke dalam jaringan virtual terisolasi yang Anda definisikan sendiri. Jaringan ini terisolasi secara logis dari penyewa (tenant) AWS lainnya, memberikan Anda kontrol penuh atas lingkungan cloud Anda. Secara konseptual, VPC adalah “pusat data (data center) virtual” Anda di dalam infrastruktur AWS.

Mengapa Menggunakan VPC?

Tanpa VPC, layanan komputasi seperti instans EC2 akan langsung terekspos ke internet publik, yang menimbulkan risiko keamanan signifikan. Dengan VPC, Anda memiliki fleksibilitas untuk mendesain arsitektur jaringan yang aman dan disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi:
  • Pemilihan Blok IP (CIDR Block): Menentukan rentang alamat IPv4 dan IPv6 untuk keseluruhan VPC.
  • Segmentasi Jaringan (Subnet): Memisahkan sumber daya ke dalam subnet publik (dapat diakses internet) dan subnet privat (terisolasi dari internet).
  • Manajemen Lalu Lintas (Route Tables & Gateways): Mengarahkan aliran data di dalam VPC dan ke dunia luar.
  • Keamanan Berjenjang: Menerapkan Security Groups dan Network ACLs (NACL) untuk mengatur siapa dan apa yang diizinkan masuk atau keluar dari sumber daya Anda.

Jenis-Jenis VPC

1. Default VPC

Saat Anda membuat akun AWS, sebuah Default VPC secara otomatis disediakan di setiap AWS Region.
  • Dioptimalkan agar pengguna dapat langsung meluncurkan EC2 tanpa melakukan konfigurasi jaringan yang rumit.
  • Semua subnet di dalam Default VPC bersifat publik (otomatis memiliki akses internet).

2. Custom VPC

Di tingkat enterprise dan production, Insinyur Cloud biasanya merancang Custom VPC dari nol.
  • Memungkinkan desain topologi jaringan kustom.
  • Praktik standar melibatkan pembuatan subnet privat untuk komponen backend seperti basis data (Database), memastikan mereka tidak dapat diakses secara langsung dari internet.

Cara Mengelola VPC

  1. Buka layanan VPC di konsol AWS.
  2. Klik Create VPC (Anda dapat menggunakan mode VPC and more untuk membuat arsitektur VPC lengkap berserta subnet dan tabel rute secara visual).
  3. Tentukan rentang IPv4 CIDR block.
  4. Konfigurasikan subnet dan route table sesuai kebutuhan.
Last modified on July 22, 2026